Senin, 16 September 2013

WINNING ELEVEN 9


Update File 0_Sound.afs 

Update File e_Sound.afs




file ini terdapat pada Winning Eleven 9
dimana letak nya di dalam folder DAT

perbedaan dari keduanya adalah, jika
0_sound.afs = untuk suara background sebelum main selalu di iringi musicnya dan suara suporter.
e_Sound.afs = untuk suara komentatornya


jika agan semua pada WE9 nya belum ada suara komentatornya, dan juga
belum ada suara music yang mengiringi ,,,,

dan Kalau mau 
silahkan datang saja ke tempat saya dengan bawa flashdisk,,
agar tidak ada penipuan. hahahaaa

dan juga bawa uang tentu nya sebesar Rp 30.000,- saja
silahkan jika mau bisa hubungi di no. 0856 - 5136 - 8698
gratis update pemain terbaru september 2013

sekali lagi jika ada yang mau bisa datangi saya di alamat
jl. Borneo 1, palangkaraya

Salam saya
Fahrian Andri Permadi

Senin, 13 Mei 2013

JUAL UPDATE PESEdit.com_2013

Malam semuanya...
saya mau jual update an PES 2013 terbaru (pokokx update selalu deh gan)
buat yang tidak bisa mendownload nya ( SUSAH, RIBET dan lain- lain)
tenang saja,,
masih bisa dibeli...

seharga Rp. 30.000,-
untuk daerah palangkaraya (yang mau, tinggal bawa flashdisk saja kesini..)
jadi tidak ada penipuan dan lain sebagai nya..hehehee
di jalan. Borneo I , KOS Gemilang No.15
kompleks universitas Palangkaraya

siapa tau ada yang berminat..
hubungi..
0856 - 5136 - 8698
========================================================================

sekarang udah ada ini Patch 6.0
========================================================================

pesedit patch 5.1
seperti ini nih gambarnya di komputer saya







=======================================================================
patch sebelumnya pesedit patch 5.0
















=====================================================================
patch 3.8

=========================================================================
dahulu saya posting ini pesedit patch 3.7
seperti ini nih gambarnya di komputer saya
silahkan yang mau bisa hubungi saya

=======================================================================

versi sebelum nya juga ada, tapi saya posting dari patch 3.5
ini patch 3.5 + 3.5.1 FIX kemarin




sekarang kan udah ada nih update an terbaru 
pes 2013 patch 3.6

ini contoh nya




demikian,, & assalamualaikum wr.. wb


Kamis, 21 Februari 2013

PES 2013


salam perjumpaan lagi buat kita semua rekan- rekan pes 2013
hari ini saya akan memposting pes 2013 pacth 3.0 fix
transfer 2013 terbaru

Langsung saja ya
DOWNLOAD

http://uploaded.net/file/0sj1wlh5/PE..._3.0.part1.rar
http://uploaded.net/file/kkdqhgsh/PE..._3.0.part2.rar
http://uploaded.net/file/u4dwojn4/PE..._3.0.part3.rar
http://uploaded.net/file/shtaixvc/PE..._3.0.part4.rar
http://uploaded.net/file/idgxwh1d/PE..._3.0.part5.rar
http://uploaded.net/file/9mvjq6mh/PE..._3.0.part6.rar

klo rekan - rekan sekalian susah download x (males)
saya punya solusi nya
silahkan saja kalau mau pesan disk pacth 3.0 pes 2013
hubungi : 085651368698
Rp. 50.000

Palangkaraya....>>>>>>



Kamis, 24 Mei 2012

Cara update manual avg 2012 Internet security

 
Download AVG Antivirus 2012 - Update AVG 2012 Free Download. Tahun 2012 banyak Antivirus yang merilis versi terbarunya dengan berbagai fitur-fitur tambahan yang lebih handal, salah satunya adalah Free Antivirus AVG. Antivirus ini merupakan salah satu penyedia antivirus yang cukup populer, terutama karena menyediakan antivirus versi gratis. Dan anda dapat men-download AVG Antivirus 2012 Free Edition, update AVG terbaru 2012.

Download AVG 2012: http://www.avgindonesia.com/download.htm

Cara Update manual untuk antivirus AVG 2012 {jika anda tidak ada koneksi internet pribadi di rumah}.

  1. Siapkan flashdisk >> Masuk warnet.
  2. Pergi kemari dulu: http://free.avg.com/us-en/download-update
  3. Download ke 4 file {.bin} yg dipetak warna merah
  4. Kumpulkan ke dalam 1 folder.
  5. Buka antivirus avg nya, kemudian klik “Tools” >> “Update from Directory” >> Pilih folder yg kita buat tadi {4 file .bin} >> “Ok” kemudian klik “Update”.
Cara update manual avg 2012
Cara update offline manual avg 2012
Cara update manual avg 2012 yang gratis





























Semoga info Cara update manual avg 2012 Internet security ini bermanfaat.

Rabu, 04 April 2012

BIOKIMIA
Pelajaran ini disampaikan oleh guru kita..
Guru Besar Universitas Palangkaraya..
Bapak Prof. Dr. H. Ciptadi, MS

disini file nya dalam bentuk ppt (power point)
Silahkan aja didownload file nya..

PENGANTAR BIOKIMIA (download disini)
ASAM NUKLEAT (download disini)
ENZIM (download disini)
HORMON (download disini)
KARBOHIDRAT (download disini)
LIPID (download disini)
METABOLISME (download disini)
PROTEIN (download disini)
VITAMIN (download disini)

kalau udah di download,, mohon koment nya lah...
jangan dicopy lah,, kecuali minta ijin dulu,,, sama saya
hehehe,,,,
minta ijin nya dengan post komen nya aja...


Salam....
Ka Andre '10 chemistry
Universitas Palangkaraya

Kamis, 15 Maret 2012

BELAJAR DAN PEMBELAJARAN

Buat Adik- adik tingkat q.. (UNIVERSITAS PALANGKARAYA)
yang lagi ngambil mata kuliah BELAJAR DAN PEMBELAJARAN  kimia...
buat tambahan tugas nya nih... mudah2 an membantu...
Disini semuanya dalam bentuk PPT( power point)
silahkan didownload...
yakin kamu ga akan nyesal....

Download dulu ni.. materi dari bpk Prof. Dr. I Nyoman Sudyana, M.Sc
(Guru Besar  Unversitas Palangka Raya)




> Paradikma baru Pendidikan di Indonesia (download)
> KONSTRUKTIVISME DAN PENERAPANNYA DALAM PEMBELAJARAN (download)


Belajar bermakna (download)
Belajar konsep (download)
BELAJAR PENEMUAN part_1 (download)
BELAJAR PENEMUAN part_2 (download)
Pengetahuan Deklaratif dan Prosedural (download)
Peta konsep part_1 (download)
Peta konsep part_2 (download)
Teori belajar kognitif (download)
TEORI PEMROSESAN INFORMASI part 1 (download)
TEORI PEMROSESAN INFORMASI part 2 (download)




Tugas makalah Pendidikan Berkarakter (download)


setelah di download... post kan komentnya yah...


salam,
by Ka Andre
( Fahrian Andri Permadi)




=========================================================================
Buat Adik- adik tingkat q.. (UNIVERSITAS PALANGKARAYA)
yang lagi ngambil mata kuliah PROFESI PENDIDIKAN kimia...


buat tambahan tugas nya nih... mudah2 an membantu...
disini ada

STANDAR PROSES (download)


===========================================================================


Selasa, 28 Februari 2012

Pelaksanaan Kurikulum Pendidikan di Indonesia

Dalam perjalanan sejarah sejak tahun 1945, kurikulum pendidikan nasional telah mengalami perubahan, yaitu p artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada tahun 1947, 1952, 1964, 1968, 1975, 1984, 1994, 2004 dan 2006. Perubahan tersebut merupakan konsekuensi logis dari terjadinya perubahan sistem politik, sosial budaya, ekonomi, dan iptek dalam masyarakat berbangsa dan bernegara. Sebab, kurikulum sebagai seperangkat rencana pendidikan perlu dikembangkan secara dinamis sesuai dengan tuntutan dan perubahan artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang terjadi di masyarakat. Semua kurikulum nasional dirancang berdasarkan landasan artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang sama, yaitu Pancasila dan UUD 1945, perbedaanya p artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada penekanan pokok dari tujuan pendidikan serta pendekatan dalam merealisasikannya.
  1. Kurikulum Tahun 1947 (Rentjana Pelajaran 1947)
    Awalnya p artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada tahun 1947, kurikulum saat itu diberi nama Rentjana Pelajaran 1947. P artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada saat itu, kurikulum pendidikan di Indonesia masih dipengaruhi sistem pendidikan kolonial Belanda dan Jepang, sehingga hanya meneruskan artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang pernah digunakan sebelumnya. Rentjana Pelajaran 1947 boleh dikatakan sebagai pengganti sistem pendidikan kolonial Belanda. Karena suasana kehidupan berbangsa saat itu masih dalam semangat juang merebut kemerdekaan maka pendidikan sebagai development conformism lebih menekankan p artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada pembentukan karakter manusia Indonesia artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang merdeka dan berdaulat dan sejajar dengan bangsa lain di muka bumi ini.
  2. Kurikulum 1952 (Rentjana Pelajaran 1947)
    Setelah Rentjana Pelajaran 1947, p artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada tahun 1952 kurikulum di Indonesia mengalami penyempurnaan. P artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada tahun 1952 ini diberi nama Rentjana Pelajaran Terurai 1952.
    Kurikulum ini sudah mengarah p artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada suatu sistem pendidikan nasional. Yang paling menonjol dan sekaligus ciri dari kurikulum 1952 ini bahwa setiap rencana pelajaran harus memperhatikan isi pelajaran artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari.
  3. Kurikulum 1964 (Rentjana Pendidikan 1964)
    Usai tahun 1952, menjelang tahun 1964, pemerintah kembali menyempurnakan sistem kurikulum di Indonesia. Kali ini diberi nama Rentjana Pendidikan 1964. Pokok-pokok pikiran kurikulum 1964 artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang menjadi ciri dari kurikulum ini artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id adalah bahwa pemerintah mempunyai keinginan agar rakyat mendapat pengetahuan akademik untuk pembekalan p artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada jenjang SD, sehingga pembelajaran dipusatkan p artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada program Pancawardhana (Hamalik, 2004), yaitu pengembangan moral, kecerdasan, emosional/artistik, keprigelan, dan jasmani.
  4. Kurikulum 1968 (Rencana Pendidikan 1968)
    Kurikulum 1968 merupakan pembaharuan dari Kurikulum 1964, yaitu dilakukannya perubahan struktur kurikulum pendidikan dari Pancawardhana menjadi pembinaan jiwa pancasila, pengetahuan dasar, dan kecakapan khusus. Kurikulum 1968 merupakan perwujudan dari perubahan orientasi p artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada pelaksanaan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. Dari segi tujuan pendidikan, Kurikulum 1968 bertujuan bahwa pendidikan ditekankan p artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada upaya untuk membentuk manusia Pancasila sejati, kuat, dan sehat jasmani, mempertinggi kecerdasan dan keterampilan jasmani, moral, budi pekerti, dan keyakinan beragama. Isi pendidikan diarahkan p artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada kegiatan mempertinggi kecerdasan dan keterampilan, serta mengembangkan fisik artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang sehat dan kuat.
  5. Kurikulum 1975
    Kurikulum 1975 sebagai pengganti kurikulum 1968 menggunakan pendekatan- pendekatan di antaranya sebagai berikut.
    1. Berorientasi p artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada tujuan.
    2. Menganut pendekatan integrative dalam arti bahwa setiap pelajaran memiliki arti dan peranan artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang menunjang kep artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada tercapainya tujuan-tujuan artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang lebih integratif.
    3. Menekankan kep artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada efisiensi dan efektivitas dalam hal daya dan waktu.
    4. Menganut pendekatan sistem instruksional artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang dikenal dengan Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI). Sistem artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang senantiasa mengarah kep artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada tercapainya tujuan artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang spesifik, dapat diukur dan dirumuskan dalam bentuk tingkah laku siswa.
    5. Dipengaruhi psikologi tingkah laku dengan menekankan kep artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada stimulus respon (rangsang-jawab) dan latihan (drill).
    6. Kurikulum 1975 hingga menjelang tahun 1983 dianggap sudah tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan masyarakat dan tuntutan ilmu pengetahuan dan teknologi. Bahkan sidang umum MPR 1983 artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang produknya tertuang dalam GBHN 1983 menyiratakan keputusan politik artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang menghendaki perubahan kurikulum dari kurikulum 1975 ke kurikulum 1984. Karena itulah p artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada tahun 1984 pemerintah menetapkan pergantian kurikulum 1975 oleh kurikulum 1984.
  6. Kurikulum 1984 (Kurikulum CBSA)
    Ciri-Ciri umum dari Kurikulum CBSA artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id adalah:
    1. Berorientasi p artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada tujuan instruksional
    2. Pendekatan pembelajaran artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id adalah berpusat p artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada anak didik; Pendekatan Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA)
    3. Pelaksanaan Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa (PSPB)
    4. Materi pelajaran menggunakan pendekatan spiral, semakin tinggi tingkat kelas semakin banyak materi pelajaran artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang di bebankan p artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada peserta didik.
    5. Menanamkan pengertian terlebih dahulu sebelum diberikan latihan.
    6. Konsep-konsep artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang dipelajari siswa harus didasarkan kep artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada pengertian, baru kemudian diberikan latihan setelah mengerti. Untuk menunjang pengertian alat peraga sebagai media digunakan untuk membantu siswa memahami konsep artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang dipelajarinya.
  7. Kurikulum 1994
    Ciri-Ciri Umum Kurikulum 1994:
    1. Pembagian tahapan pelajaran di sekolah dengan sistem catur wulan.
    2. Pembelajaran di sekolah lebih menekankan materi pelajaran artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang cukup p artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id adat (berorientasi kep artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada materi pelajaran/isi).
    3. Kurikulum 1994 bersifat populis, yaitu artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang memberlakukan satu sistem kurikulum untuk semua siswa di seluruh Indonesia. Kurikulum ini bersifat kurikulum inti sehingga daerah artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang khusus dapat mengembangkan pengajaran sendiri disesuaikan dengan lingkungan dan kebutuhan masyarakat sekitar.
    4. Dalam pelaksanaan kegiatan, guru hendaknya memilih dan menggunakan strategi artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang melibatkan siswa aktif dalam belajar, baik secara mental, fisik, dan sosial. Dalam mengaktifkan siswa guru dapat memberikan bentuk soal artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang mengarah kep artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada jawaban konvergen, divergen (terbuka, dimungkinkan lebih dari satu jawaban) dan penyelidikan.
    5. Dalam pengajaran suatu mata pelajaran hendaknya disesuaikan dengan kekhasan konsep/pokok bahasan dan perkembangan berpikir siswa, sehingga diharapkan akan terdapat keserasian antara pengajaran artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang menekankan p artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada pemahaman konsep dan pengajaran artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang menekankan keterampilan menyelesaikan soal dan pemecahan masalah.
    6. Pengajaran dari hal artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang konkrit ke ha artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang abstrak, dari hal artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang mudah ke hal artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang sulit dan dari hal artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang sederhana ke hal artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang kompleks.
    7. Pengulangan-pengulangan materi artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang dianggap sulit perlu dilakukan untuk pemantapan pemahaman.
    1. Beban belajar siswa terlalu berat karena banyaknya mata pelajaran dan banyaknya materi/ substansi setiap mata pelajaran.
    2. Materi pelajaran dianggap terlalu sukar karena kurang relevan dengan tingkat perkembangan berpikir siswa, dan kurang bermakna karena kurang terkait dengan aplikasi kehidupan sehari-hari.
    3. Bersifa populis yaitu artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang memberlakukan satu sistem kurikulum untuk semua siswa di seluruh Indonesia. Kurikulum ini bersifat kurikulum inti sehingga daerah artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang khusus dapat mengembangkan pengajaran sendiri disesuaikan dengan lingkungan dan kebutuhan masyarakat sekitar. Dalam pelaksanaan kegiatan, guru hendaknya memilih dan menggunakan strategi artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang melibatkan siswa aktif dalam belajar, baik secara mental, fisik, dan sosial. Dalam mengaktifkan siswa guru dapat memberikan bentuk soal artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang mengarah kep artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada jawaban konvergen, divergen (terbuka, dimungkinkan lebih dari satu jawaban), dan penyelidikan.

    • Selama dilaksanakannya kurikulum 1994 muncul beberapa permasalahan, terutama sebagai akibat dari kecenderungan kep artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada pendekatan penguasaan materi (content oriented), di antaranya sebagai berikut:
  8. Kurikulum 2004 (Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK))
    Kurikulum Berbasis Kompetensi memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
    1. Menekankan pd ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal.
    2. Berorientasi p artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman.
    3. Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang bervariasi.
    4. Sumber belajar bukan hanya guru, tetapi juga sumber belajar lainnya artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang memenuhi unsur edukatif.
    5. Penilaian menekankan p artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi.
  9. Kurikulum 2006 (KTSP Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan)
    Secara substansial, pemberlakuan (baca: penamaan) Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) lebih kep artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada mengimplementasikan regulasi artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada, yaitu PP No. 19/2005. Akan tetapi, esensi isi dan arah pengembangan pembelajaran tetap masih bercirikan tercapainya paket-paket kompetensi (dan bukan p artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada tuntas tidaknya sebuah subject matter), yaitu:
    1. Menekankan p artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal.
    2. Berorientasi p artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman.
    3. Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang bervariasi.
    4. Sumber belajar bukan hanya guru, tetapi juga sumber belajar lainnya artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang memenuhi unsur edukatif.
    5. Penilaian menekankan p artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi.
    6. Terdapat perbedaan mendasar dibandingkan dengan kurikulum berbasis kompetensi sebelumnya (versi 2002 dan 2004), bahwa sekolah diberi kewenangan penuh menyusun rencana pendidikannya dengan mengacu p artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada standar-standar artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang telah ditetapkan, mulai dari tujuan, visi – misi, struktur dan muatan kurikulum, beban belajar, kalender pendidikan, hingga pengembangan silabusnya
Pergantian/penyempurnaan kurikulum artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id adalah suatu keniscayaan artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang harus diberlakukan untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta perilaku dan metode pngajaran artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang setiap saat terus berkembang. Untuk menyikapi pergantian kurikulum maka artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang harus disiapkan artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id adalah: Kesiapan dari guru itu sendiri (apapun kurikulumya apabila guru memahami akan esensi dari kurikulum maka tidak akan terjadi permasalahan), kesiapan sekolah, kesiapan pemerintah dan kesiapan stake holder pendidikan. Semoga tulisan ini dapat sedikit memberikan pencerahan tentang kurikulum di Indonesia, sehingga dapat lebih menimbulkan kearifan dalam proses belajar-mengajar.
Jika diamati perubahan kurikulum dari tahun 1947 hingga 2006 artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang menjadi faktor atas perubahan itu diantaranya: (1) menyesuaikan dengan perkembangan jaman, hal ini dapat kita lihat awal perubahan kurikulum dari rentJana pelajaran 1947 menjadi renjtana pelajaran terurai 1952. Awalya hanya mengikuti atau meneruskan kurikulum artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada kemudian dikembangkan lagi dengan lebih menfokuskan pelajaran dengan kehidupan sehari-hari. (2) kepentingan politis semata, hal ini sangat jelas terekam dalam perubahan kurikulum 2004 (KBK) menjadi kurklum 2006 (KTSP). Secara matematis masa aktif kurikulum 2004 sebelum diubah menjadi kurikulum 2006 hanya bertahan selama 2 tahun. Hal ini tidak sesuai dengan perkembangan sebelum-sebelumnya. Dalam kurun waktu artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang singkat ini, kita tidak bisa membuktikan baik tidaknya sebuah kerikulum. Hal sen artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada juga diungkapkan oleh Bagus (2008), menyebutkan bahwa lahirnya kurikulum 1968 hanya bersifat politis saja, yaitu mengganti Rencana pendidikan 1964 artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang dicitrakan sebagai produk Orde Lama.
Hal sen artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada juga diungkapkan oleh Hamalik (2003: 19) menyebutkan bahwa dalam perubahan kurikulum dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya:
  1. Tujuan filsafat pendidikan nasional artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang dijadikan artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang dijadikan sebagai dasar untuk merumuskan tujuan institusional artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang p artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada gilirannya menjadi landasan merumuskan tujuan kurikulum suatu satuan pendidikan.
  2. Sosial budaya artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang berlaku dalam kehidupan masyarakat
  3. Ke artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id adaan lingkungan (interpersonal, kultural, biokologi, geokologi).
  4. Kebutuhan pembangunan POLISOSBUDHANKAM
  5. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang sesuai dengan sistem nilai dan kemanusiaan serta budaya bangsa.
Menurut, S. Nasution (dalam Jumari (2007) menyebutkan bahwa perubahan kurikulum mengikuti dua prosedur, yaitu Administrative approach dan grass roots approach. Administrative approach, yaitu suatu perubahan atau pembaharuan artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang direncanakan oleh pihak atasan untuk kemudian diturunkan kep artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada instansi-instansi bawahan sampai kep artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id ada guru-guru, jadi from the top down, dari atas ke bawah, atas inisiatif para administrator. Yang kedua, grass roots approach, yaitu artikel ini disalin dari website http://blog.tp.ac.id yang dimulai dari akar, from the bottom up, dari bawah ke atas, yakni dari pihak guru atau sekolah secara individual dengan harapan agar meluas ke sekolah-sekolah lain.

By ANDRE SLANGKIR
SAMUDA

Rabu, 05 Oktober 2011


Bagaimana Menjadi Guru Profesional

BAGAIMANA MENJADI GURU PROFESIONAL?*
                                                      

I.       PENDAHULUAN
            Kata Profesi diartikan sebagai bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian (ketrampilan, kejuruan, dsb) tertentu. Di dalam profesi dituntut adanya keahlian dan etika khusus serta standar layanan. Pengertian ini mengandung implikasi bahwa profesi hanya dapat dilakukan oleh orang-orang secara khusus di persiapkan untuk itu. Dengan kata lain profesi bukan pekerjaan yang dilakukan oleh mereka yang karena tidak memperoleh pekerjaan lain.
                   Suatu profesi memerlukan kompetensi khusus yaitu kemampuan dasar berupa ketrampilan menjalankan rutinitas sesuai dengan petunjuk, aturan, dan prosedur teknis.
                   Untuk memudahkan pembahasan, maka pada tulisan ini akan dibahas    tentang :
1. Apa konsep profesi?
2. Persyaratan apa yang diperlukan untuk menjadi profesional?
3. Strategi yang bagaimana agar profesi guru dapat meningkat?

II.                KONSEP PROFESI
      A. Pengertian Profesi
               Pernahkah anda mendengar istilah profesi? Bukankankah kita sering mendengar istilah profesi dalam kehidupan sehari-hari? Kita sering mendengar orang bertanya: "apa profesi dia?". Atau ada perkataan: "dia berprofesi sebagai dokter", profesinya sebagai arsitek", "profesi ayah saya pengusaha", profesi saya guru", dan sebagainya. Terkesan profesi itu sama artinya dengan pekerjaan atau jabatan. Betulkah demikian? Jika tidak, lantas apa yang membedakannya? Marilah kita cermati istilah profesi secara baik agar kita tidak keliru menafsirkannya
              Profesi sebagai kata benda berarti bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian tertentu. Profesional sebagai kata sifat berarti memerlukan kepandaian khusus untuk melaksanakannya. Secara etimologi, profesi berasal dari istilah bahasa Inggris profession atau bahasa Latin profecus yang artinya mengakui, pengakuan, menyatakan mampu atau ahli dalam melaksanakan pekerjaan tertentu (Sudarwan Danin, 2002:20). Mengutip pendapat Ornstein dan Levine,  Soetjipto (2004;15) mengemukakan bahwa profesi adalah memerlukan bidang ilmu dan keterampilan tertentu diluar jangkauan khalayak ramai (tidak semua orang dapat melakukannya) dan memerlukan pelatihan khusus dengan waktu yang panjang. Selanjutnya Nana Sudjana (Uzer Usman, 2001:14) pekerjaan yang bersifat profesional adalah pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh mereka yang khusus dipersiapkan untuk itu dan bukan pekerjaan yang dilakukan oleh mereka yang karena tidak dapat memperoleh pekerjaan lain.
             Dari beberapa pendapat para ahli diatas tentang pengertian profesional, maka dapatlah diambil suatu kesimpulan bahwa profesi adalah orang yang terdidik dan terlatih dengan baik serta memiliki pengalaman yang kaya dibidangnya.

           B. Syarat-syarat Profesi
                      Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia I pada tahuan 1988 (Made Pidarta, 2000:266) menentukan syarat-syarat suatu pekerjaan profesional sebagai berikut : (1) atas dasar panggilan hidup yang dilakukan sepenuh waktu serta untuk jangka waktu yang lama, (2) telah memiliki pengetahuan dan keterampilan khusus, (3) dilakukan menurut teori, prinsip, prosedur, dan anggaan-anggapan dasar yang sudah baku sebagai pedoman dalam melayani klien, (4) sebagai pengabdian kepada masyarakat, bukan mencari keuntungan finansial,  (5) memiliki kecakapan diagnostik dan kompetensi aplikatif dalam melayani klien, (6) dilakukan secara otonom yang bisa diuji oleh rekan-rekan seprofesi, (7) mempunyai kode etik yang dijunjung tinggi oleh masyarakat, dan (8) pekerjaan yang dilakukan untuk melayani mereka yang membutuhkan
                        Muchlas Samani dkk (2003:3-4) mengemukakan syarat-syarat profesi meliputi: (1) memiliki fungsi yang signifikan dalam kehidupan masyarakat dimana profesi berada, (2) memerlukan keahlian dan keterampilan tertentu yang tidak dapat dijangkau oleh masyarakat awam pada umumnya, (3) keahlian yang diperlukan dikembangkan berdasarkan disiplin ilmu yang jelas dan sistematik, (4) memerlukan pendidikan atau pelatihan yang panjang, sebelum seseorang mampu memangku profesi tersebut, (5) memiliki otonomi dalam membuat keputusan yang terkait dengan ruang lingkup tugasnya, (6) memiliki kode etik jabatan yang menjelaskan bagaimana profesi itu harus dilaksanakan oleh orang-orang yang memegangnya, (7) memiliki organisasi profesi yang merupakan tempat pemegang profesi berasosiasi dan mengembangkan profesi tersebut.
                     Bila kita bandingkan persyaratan yang dikemukakan oleh beberapa ahli tersebut, dapatlah disimpulkan pernyataannya hampir sama dan saling melengkapi. Dengan demikian bahwa persyaratan profesi yang dimaksud adalah sebagai berikut :
1.      Pilihan terhadap jabatan itu didasari oleh motivasi yang kuat dan merupakan panggilan hidup orang bersangkutan
2.      Telah memiliki ilmu, pengetahuan, dan keterampilan khusus yang bersifat dinamis dan terus berkembang
3.      Ilmu, pengetahuan, dan keterampilan khusus tersebut diatas diperoleh melalui studi dalam jangka waktu lama
4.      Punya otonomi dalam bertindak ketika melayani klien
5.      Mengabdi kepada masyarakat atau berorientasi kepada layanan sosial, bukan untuk mendapatkan keuntungan finansial semata
6.      Tidak mengadvertensikan keahliannya untuk mendapatkan klien
7.      Menjadi anggota organisi profesi
8.      Organisasi tersebut menentukan persyaratan penerimaan anggota, memmbina profesi anggota, mengawasi prilaku anggota, memberi sanksi, dan memperjuangkan kesejahteraan anggota.
9.      Memiliki kode etik profesi
10.  Punya kekuatan dan status yang tinggi sebagai eksper yang diakui oleh masyarakat
11.  Berhak mendapat imbalan yang layak
                     Jika syarat tersebut diatas dijadikan acuan, sepertinya tidak semua jenis    pekerjaan atau jabatan dapat dikategorikan sebagai profesi

III.             STRATEGI MENJADI GURU PROFESIONAL
                   Apakah jabatan guru dapat disebut sebagai suatu profesi?. Pada dasarnya profesi guru adalah profesi yang sedang tumbuh. Walaupun ada yang berpendapat bahwa guru adalah jabatan semiprofesional, namun sebenarnya lebih dari itu.
                   Usaha profesionalisasi merupakan hal yang tidak perlu ditawar-tawar lagi karena uniknya profesi guru. Profesi guru harus memiliki berbagai kompetensi seperti kompetensi profesional, personal, dan sosial. Seseorang dianggap profesional apabila mampu mengerjakan tugasnya dengan selalu berpegang teguh pada etika kerja, independent (bebas dari tekanan pihak luar),  cepat (produktif), tepat (efektif), efisien dan inovatif serta didasarkan pada prinsip-prinsip pelayanan prima  yang didasarkan pada  unsur-unsur ilmu atau teori yang sistematis, kewenangan profesional, pengakuan masyarakat dan kode etik yang regulatif. Pengembangan wawasan dapat dilakukan melalui forum pertemuan profesi, pelatihan ataupun upaya pengembangan dan belajar secara mandiri.  
                    Sejalan dengan hal di atas, seorang guru harus terus meningkatkan profesionalismenya melalui berbagai kegiatan yang dapat mengembangkan kemampuannya dalam mengelola pembelajaran maupun kemampuan lain dalam upaya menjadikan peserta didik memiliki keterampilan belajar, mencakup keterampilan dalam memperoleh pengetahuan (learning to know),keterampilan dalam pengembangan jati diri (learning to be), keterampilan dalam pelaksanaan tugas-tugas tertentu (learning to do), dan keterampilan untuk dapat hidup berdampingan dengan sesama secara harmonis (learning to live together).
                       Berangkat dari makna  dan syarat-syarat profesi sebagaimana dijelaskan pada bagian terdahulu, maka dalam rangka pengembangan profesionalisme guru secara berkelanjutan dapat dilakukan dengan berbagai strategi antara lain :
A.      Berpartisipasi didalam pelatihan atau in servie training.
Bentuk pelatihan yang fokusnya adalah keterampilan tertentu yang dibutuhkan oleh guru untuk melaksanakan tugasnya secara efektif. Pelatihan ini cocok dilaksanakan pada salah satu bentuk pelatihan  pre-service atau in-service. Model pelatihan ini berbeda dengan pendekatan pelatihan yang konvensional, karena penekanannya lebih kepada evaluasi performan nyata suatu kompetensi tertentu dari peserta pelatihan.
B.       Membaca dan menulis jurnal atau makalah ilmiah lainnya.
Dengan membaca dan memahami banyak jurnal atau makalah ilmiah lainnya dalam bidang pendidikan yang terkait dengan profesi guru, maka guru dengan sendirinya dapat mengembangkan profesionalisme dirinya. Selanjutnya untuk dapat memberikan kontribusi kepada orang lain, guru dapat melakukan dalam bentuk penulisan artikel/makalah karya ilmiah yang sangat bermanfaat bagi pengembangan profesionalisme guru  yang bersangkutan maupun orang lain.

C.       Berpartisipasi di dalam kegiatan pertemuan ilmiah.
Pertemuan ilmiah memberikan makna penting untuk menjaga kemutakhiran (up to date) hal-hal yang berkaitan dengan profesi guru. Tujuan utama dari kegiatan pertemuan ilmiah adalah menyajikan berbagai informasi dan inovasi terbaru  di dalam suatu bidang tertentu. Partisipasi guru pada kegiatan tersebut akan memberikan kontribusi yang berharga dalam membangun profesionalisme guru dalam melaksanakan tanggung jawabnya.
D.      Melakukan penelitian seperti PTK.
Penelitian tindakan kelas yang merupakan studi sistematik yang dilakukan guru melalui kerjasama atau tidak dengan guru lain dalam rangka merefleksikan dan sekaligus meningkatkan praktek pembelajaran secara terus menerus juga merupakan strategi yang tepat untuk meningkatkan profesionalisme guru. Berbagai kajian yang bersifat reflektif  oleh guru yang dilakukan untuk meningkatkan kemantapan rasional, memperdalam pemahaman terhadap tindakan yang dilakukan dalam melaksanakan tugasnya, dan memperbaiki kondisi dimana praktek pembelajaran berlangsung  akan bermanfaat sebagai inovasi pendidikan. Dalam hal ini guru diberdayakan untuk mengambil berbagai prakarsa profesional secara mandiri dengan penuh percaya diri. Jika proses ini berlangsung secara terus menerus,  maka akan berdampak pada peningkatan profesionalisme guru.
E.       Partisipasi di dalam organisasi/komunitas profesional.
Ikut serta menjadi anggota orgnisasi profesional juga akan meningkatkan  profesionalisme seorang guru. Organisasi profesional biasanya akan melayani anggotanya untuk selalu mengembangkan dan memelihara profesionalismenya dengan membangun hubungan yang erat dengan masyarakat. Dalam hal ini yang terpenting adalah guru harus pandai memilih suatu bentuk organisasi profesional yang dapat memberi manfaat utuh bagi dirinya melalui bentuk investasi waktu dan tenaga. Pilih secara bijak organisasi yang dapat memberikan kesempatan bagi guru untuk meningkatkan profesionalismenya.
F.        Kerjasama dengan tenaga profesional lainnya di sekolah
Seseorang cenderung untuk berpikir dari pada keluar untuk memperoleh pertolongan atau informasi mutakhir akan lebih mudah jika berkomunikasi dengan orang-orang di dalam tempat kerja yang sama. Pertemuan secara formal maupun informal untuk mendiskusikan berbagai isu atau permasalahan pendidikan termasuk bekerjasama berbagai kegiatan lain (misalnya merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi program-program sekolah) dengan kepala sekolah, orang tua peserta didik (komite sekolah), guru dan staf lain yang profesional dapat menolong guru dalam memutakhirkan pengetahuannnya. Berpartisipasi di dalam berbagai kegiatan tersebut dapat menjaga keaktifan pikiran dan membuka wawasan yang memungkinkan guru untuk terus memperoleh informasi yang diperlukannya dan sekaligus membuat perencanaan untuk mendapatkannya. Semakin guru terlibat dalam prolehan informasi, maka guru semakin merasakan akuntabel, dan semakin guru merasakan akuntabel maka ia semakin termotivasi untuk mengembangkan dirinya.
     IV.  KESIMPULAN 
      1.  Suatu pekerjaan yang  bersifat profesional memerlukan beberapa bidang ilmu yang secara sengaja harus dipelajari dan kemudian diaplikasikan bagi kepentingan umum. Atas dasar pengertian ini ternyata pekerjaan profesional berbeda dengan pekerjaan lainnya karena suatu profesi memerlukan kemampuan dan keahlian khusus dalam melaksanakan profesinya
      2. Jabatan guru merupakan jabatan profesional, dan sebagai jabatan profesional, pemegangnya harus memenuhi kualifikasi tertentu. Karena itu diperlukan syarat-syarat diantaranya adanya motivasi yang kuat, memiliki pengetahuan dan keterampilan, pengabdian, memiliki kode etik, dan berhak mendapatkan imbalan
      3. Kriteria jabatan profesional antara lain bahwa jabatan itu melibatkan kegiatan intelektual, mempunyai batang tubuh ilmu yang khusus, memerlukan persiapan lama untuk memangkunya, memerlukan latihan dalam jabatan yang bersinambungan, merupakan karier hidup dan keanggotaan yang permanen,menentukan baku prilakunya, mementingkan layanan, mempunyai organisasi profesional, dan mempunyai kode etik yang diataati oleh anggotanya.
      4.   Berangkat dari makna dan  syarat-syarat profesi  sebagaimana dijelaskan pada bagian terdahulu, maka dalam rangka pengembangan profesionalisme guru secara berkelanjutan dapat dilakukan dengan berbagai strategi antara lain berpartisipasi didalam pelatihan atau in servie training, membaca dan menulis jurnal atau makalah ilmiah lainnya, berpartisipasi di dalam kegiatan pertemuan ilmiah, melakukan penelitian seperti PTK, partisipasi di dalam organisasi/komunitas profesional, kerjasama dengan tenaga profesional lainnya di sekolah.

DAFTAR PUSTAKA
Direktorat Profesi Pendidik, 2008. Pedoman Penilaian Guru Berprestasi. Jakarta : Depdikns
Made Pidarta, 2000. Landasan Kependidikan. Jakarta : Renika Cipta
Muchlas Samani, dkk, 2003. Pembinaan Profesi Guru. Jakarta : Depdiknas
Moh. Uzer Usman, 2001. Menjadi Guru Profesional. Bandung : Remaja Rosdakarya.
Nana Sudjana, 1987. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung : Sinar Baru Algensindo.
Soetjipto, 2004. Profesi Keguruan. Jakarta :  Rineka Cipta
Sudarwan Danim, 2002. Inovasi Pendidikan dalam Upaya Peningkatan Profesionalisme Tenaga Kependidikan. Bandung : Pustaka Setia
Undang-Undang RI Nomor 14 Tahun 2005 Bab I pasal 1 tentang Guru dan Dosen. Jakarta.

Sabtu, 01 Oktober 2011

Cara Membuat Blog

Panduan gratis membuat blog blogspot

  1. Pastikan Anda sudah memiliki email, ini penting untuk login ke blog. Jika belum memiliki silahkanmembuat email di Yahoo atao membuat email di Google. Jika sudah memiliki email silahkan lanjutkan ke langkah selanjutnya..
  2. Buka situs Blogger atau Blospot . Klik http://www.blogger.com lanjutkan dengan klik Get Started.
  3. Sekarang silahkan isi form yang tersedia dengan lengkap. -=Cara Membuat Blog=-
    cara membuat blog 2
    click to zoom : Form Pendaftaran
    • a. isikan email Anda
    • b. masukkan e-mail sekali lagi sama persis seperti poin A diatas. -=Cara Membuat Blog=-
    • c. masukkan password terserah Anda. Minimal 8 karakter
    • d. masukkan password lagi sama persis seperti poin C diatas
    • e. masukkan nama Anda. nama ini akan ditampilkan di blog.
    • f. pilih jenis kelamin
    • g. masukkan tanggal lahir Anda dengan format DD/MM/YYYY (tanggal/bulan/tahun).
    • h. masukkan kode sesuai yang tertera di gambar. Kode ini tidak sama, berganti setiap waktu.
    • i. silahkan centang checkbox yang tersedia untuk menyetujui Persyaratan dan Pelayanan. Bisa juga dibaca terlebih dahulu di link tersebut. -=Cara Membuat Blog=-
    • j. klik Lanjutkan bila sudah selesai mengisi form
  4. Langkah selanjutnya adalah memberi Judul Blog dan Alamat Blog.
    • Silahkan masukkan judul blog (k) sesuai selera. Misalnya Blog Budi Sanjaya, Blog Pelajar dan Bisnis, dsb. Sebagai contoh saya memberi judul blo ‘Blog Sejarah Masa Depan‘ hihihi
    • Di poin selanjutnya tinggal menentukan URL alamat blog (l) alias alamat domain. Misal http://blogbuddie.blogspot.com, blogpelajarbisnis.blogspot.com, sebagai contoh tutorial kali ini saya bikin domain http://sejarah2099.blogspot.com. Silahkan pilih alamat domain terserah anda atau baca Tips Memilih Domain.
    • Setelah merasa yakin silahkan klik Lanjutkan (m)
    cara membuat blog 3
    click to zoom : Pemberian Domain dan Nama Blog
  5. Langkah selanjutnya adalah memilih template/tema/desain blog. Silahkan pilih template awal (n) yang sesuai selera Anda dan klik Lanjutkan (o)
    cara membuat blog 4
    click to zoom : Memilih Tema
  6. Selesai. Yap, cukup 5 menit saja untuk membuat blog gratis di blogspot ini. Pada tahap ini blog anda sudah jadi. Coba buka URL blog yang sudah anda buat tadi di poin 4L contoh :http://sejarah2099.blogspot.com. Namun isinya masih kosong, untuk mulai menulis silahkan klik Mulai Blogging. -=Cara Membuat Blog=-
    cara membuat blog 5
    click to zoom : Blog sudah jadi

Mulai Menulis di Blog

Gimana sudah jadi belom blognya? Sudah di intip belom? Tapi itu masih kosong lo.. Cuma ada blog dan template saja. Sekarang kita mulai belajar untuk mengisi blog dengan tulisan kita. Bole nulis apa ajja gak ada yang larang. Asal bukan nulis yang dilarang agama dan pemerintah lo yaaa. Bisa dihapus tuh blog, nah lo. -=Cara Membuat Blog=-
  • Untuk mulai menulis di blog silahkan klik Posting > Entri Baru (q)
cara membuat blog 6
click to zoom : dashboard untuk menulis (posting)
  • Masukkan judul (r) yang dikehendaki.
  • Perhatikan juga menu-menu posting (s) mirip-mirip kok sama microsoft word hehe.
  • Bidang yang paling lebar itu untuk tempat menulis (t)
  • Setelah selesai mengetik berikan pula kategori (u) tulisan.
  • Bila selesai silahkan klik Terbitkan Entri.
  • Dan taarraaa… Blog sudah jadi plus terisi dengan tulisan pertama kita.
    cara membuat blog 8
    click to zoom : contoh blog http://sejarah2099.blogspot.com
Catatan : tutorial diatas adalah untuk cara membuat blog dasar alias blog standart. Bila anda ingin mempercantik blog, seperti mengganti tema/template yang keren-keren (bukan template dasar), ingin memberi menu Yahoo, Facebook, nambah menu link dsd bisa berkunjung ke http://trik-tips.blogspot.com.-=Cara Membuat Blog=-
Henah gimana? Mudah bukan untuk cara membuat blog gratis di Blogspot? Gak perlu pake bayar-bayar puluhan bahkan ratusan ribuan untuk bikin blog sediri. Kan enak sekalian belajar bikin blog sendiri. Syukur-syukur kalao udah mahir dapat job bikin blog, amiiinnn. Sekian secuil info Cara Membuat Blog.